• Pasang Banner Anda Disini !

Jual Ginjal Untuk Menebus Ijazah Demi Anak ( Kisah Seorang Ayah )

Jual Ginjal Untuk Menebus Ijazah Demi Anak - Ekspresi haru bercampur bahagia merona di wajah seorang ayah bernama Sugiyanto yang baru saja keluar dari ruang kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Pria berusia 45 tahun ini diminta oleh Mendikbud, Mohammad Nuh untuk menghadap terkait dengan kasus ijazah putrinya yang tidak dikeluarkan oleh pihak pesantren tempat putrinya menuntut ilmu. Dan untuk menebus ijazah yang ditahan itu, pria yang kesehariannya mencari nafkah sebagai penjahit tersebut berkeinginan untuk jual ginjal. Tidak tahan melihat kemirisan dari kasus itu, Mendikbud pun langsung memanggil Sugiyanto untuk membantu menyelesaikan masalah yang sedang membelit dirinya. Dan terbukti setelah Sugiyanto menghadap, masalah ijazah anaknya yang tertahan ternyata akan segera diselesaikan.
Ijazah dari putri Sugiyanto yang bernama Sarah Melanda Ayu terpaksa harus ditahan oleh pihak sekolah tempatnya belajar lantaran masih ada tanggungan administrasi yang masih belum diselesaikan oleh siswi berusia 17 tahun tersebut. Adapun total tanggungan administrasi sekolah yang belum dilunasi sejak tahun 2005 silam sejumlah 70 juta rupiah. Jumlah tersebut terbilang sangat besar lantaran di sekolah tempat Ayu menuntut ilmu itu ada biaya administrasi harian sebesar 20 ribu rupiah. Menghadapi kondisi yang sulit dan hampir tidak bisa dicari jalan keluarnya ini, maka ayah Ayu nekat jual ginjal di bundaran Hotel Indonesia demi mendapat uang untuk menebus ijazah sang anak.
Melihat fakta ayah yang rela jual ginjal demi tebus ijazah anak ini, Kemendikbud tergugah ingin membantu. Alhasil, M. Nuh mengatakan bahwa ijazah Ayu dijanjikan akan segera dikeluarkan oleh pihak sekolah. Tidak sampai disitu saja, M. Nuh juga berujar bahwa ia berjanji akan menanggung pembiayaan sekolah Ayu hingga mencapai bangku perguruan tinggi. Hal ini dilakukan oleh pihak Kemendikbud agar pihak keluarga tidak lagi terbebani oleh biaya pendidikan Ayu. Ayu nantinya akan dicarikan jurusan yang sesuai dengan keinginannya sendiri, yakni jurusan event organizer, travelling, dan pariwisata di Politeknik Jakarta karena hanya unniversitas itulah yang masih membuka pendaftaran.
Karena merasa sangat terbantu dengan uluran tangan yang diberikan oleh pemerintah lewat Mendikbud, Sugiyanto merasa sangat bahagia dan terharu hingga ia mencium tangan M. Nuh sebagai simbol ucapan terima kasih. Iapun terlihat sesekali menyeka air mata haru yang jatuh di pipinya. Ia merasa bahagia karena sudah ada pihak yang rela membantu membebaskan ijazah putrinya yang sudah tertahan selama berbulan-bulan tanpa meminta balasan apapun. Selain Sugiyanto, Ayu pun mengucapkan rasa terima kasih yang sangat mendalam atas bantuan berupa penebusan ijazah serta pembebasan biaya kuliah yang diberikan oleh pemerintah hingga sang ayah tidak perlu lagi jual ginjal di bundaran HI untuk menebus ijazah dan menyekolahkannya ke perguruan tinggi.

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Page Views